Rabu, 09 September 2015

Mutasi Masuk Berkas Kendaraan Bermotor ke SAMSAT Purworejo, Jateng

Proses Mutasi Masuk Berkas Mobil Suzuki Forsa ke SAMSAT Purworejo & Balik Nama BPKB

Setelah menyelesaikan semua proses cabut berkas / mutasi keluar di SAMSAT Sleman, Yogyakarta, maka pada hari Senin tanggal 7 September 2015 saya langsung ke SAMSAT wilayah kabupaten Purworejo untuk mutasi masuk mobil Suzuki Forsa saya. Singkat cerita, sampai di SAMSAT purworejo, saya ke loket Cek Fisik kendaraan, kemudian proses cek fisik (gesek nomor mesin dan nomor rangka mobil), kemudian mengisi formulir, kemudian menyerahkan surat-surat/berkas kendaraan ke bagian kroscek mutasi masuk. Setelah itu, saya diminta kembali lagi hari Rabu tanggal 9 September 2015.

Sesuai permintaan, hari Rabu tanggal 9 September 2015 saya datang kembali ke SAMSAT Purworejo langsung menuju tempat petugas yang mengurusi, tapi ternyata orangnya sedang tidak ada ditempat dan saya harus menunggu sekitar 2 jam. :( Setelah proses menunggu yang sangat membosankan, akhirnya orangnya datang juga, kemudian berkas diserahkan kembali ke saya, dan di-pos tersebut bayar kalau gak salah sekitar 65 ribu rupiah. Selanjutnya menuju bagian loket BPKB untuk pembuatan BPKB baru, bayar sekitar Rp.225.000,-. Proses pembuatan BPKB sekitar 2 bulan, jadi 2 bulan lagi saya harus kembali untuk mengambil BPKB. Setelah itu ke SAMSAT lagi untuk bayar pajak & mendapatkan STNK baru, bayar Rp.962.000,-. STNK sudah jadi, nopol baru AA, tapi plat nomornya baru bisa diambil sekitar 6 bulan lagi karena dengan alasan keterlambatan ketersediaan bahan plat nomor untuk wilayah Jawa Tengah. Hmmmm... berarti kemungkinan saya harus balik lagi 6 bulan kemudian.

Yes! sekarang mobil Suzuki Forsa saya sudah atas nama sendiri. Keuntungan BPKB sudah atas nama sendiri adalah kalau bayar pajak tahunan ke depannya nggak perlu KTP pemilik sebelumnya, dan lebih aman & nyaman.

Begitulah cerita repotnya proses balik nama kendaraan bermotor beda wilayah (mutasi berkas kendaraan) dari Sleman - Yogyakarta ke Purworejo - Jawa Tengah yang saya alami. Tapi ini menjadi pengalaman buat saya. Kalau teman-teman belum pernah dan akan balik nama atau mutasi kendaraan ke luar daerah, jika ada waktu jangan takut untuk mengurus sendiri. Kalau bingung, tanya aja ke petugas di sana, biasanya mereka tidak sungkan untuk membatu.


Rabu, 19 Agustus 2015

Balik Nama BPKB STNK dan Mutasi ke Luar Daerah

Balik Nama BPKB/STNK Mobil Suzuki Forsa dan Mutasi dari Sleman - Yogyakarta ke Purworejo - Jawa Tengah

Hari ini Rabu, 19 Agustus 2015 saya ke SAMSAT kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk cabut berkas mobil Suzuki Forsa karena mau balik nama dan mutasi ke kabupaten Purworejo, Jateng biar nggak repot ke depannya. Eh ternyata harus ke Polres Sleman dulu ke bagian pelayanan BPKB untuk cek fisik kendaraan dan lain-lain baru setelah itu ke SAMSAT loket 1A untuk ngumpulin berkas dan formulir.

Setelah semua dilakukan...!! eng... ing... engg..!! Ternyata saya harus menunggu prosesnya sampai selesai tanggal 7 September 2015. Hemmm... padahal penginnya kalau bisa semuanya selesai bulan Agustus biar bayar pajaknya setiap bulan Agustus bareng sama pajak sepeda motor. Kalau bisa bareng kan nggak perlu bolak-balik ngurusin pajak kendaraan. Yah... mau gimana lagi. Ini pun baru proses mutasi keluar, belum juga mutasi masuk ke SAMSAT Purworejo.

Nah, buat temen-temen yang mungkin belum tahu, berikut syarat-syarat cabut berkas kendaraan (mobil/motor) atau disebut juga mutasi keluar:
  • KTP, STNK, BPKB (asli)
  • Foto copy KTP, STNK dan BPKB masing-masing 4 lembar
  • Kwitansi jual beli dengan materai 6000 (pada kwitansi sebaiknya ditulis keterangan nama kendaraan, nopol, no. mesin, no. rangka dan warna)
  • Foto copy kwitansi 4 lembar
  • Foto copy hasil cek fisik kendaraan 4 lembar (itu lho yang dikasih setelah cek fisik, ada tempelan hasil esek-esek nomor mesin dan nomor rangka)

Oh iya, jangan lupa sebaiknya dateng lebih pagi. Karena kalau nggak salah ^^ untuk loket pelayanan cek fisik kendaraan di Polres Sleman hari Senin-Kamis buka sampai jam 11.00, sedangkan hari Jumat dan Sabtu hanya sampai jam 10.00. Untuk loket 1A/Mutasi Ke Luar SAMSAT Sleman pelayanannya hanya sampai jam 12.00. Tadi saya hampir telat. :D Cukup sekian, semoga bermanfaat.

Update 7 September 2015

Sesuai dengan tanggal yg tercantum pada surat pengambilan berkas, maka pada hari senin tgl 7 September 2015 saya kembali ke SAMSAT Sleman Yogyakarta dan langsung menuju loket 1A atau bagian Mutasi Keluar. Setelah antre, berkas surat-surat kendaraan (entah apa saja isinya) dikembalikan kepada saya dan bayar beberapa puluh ribu rupiah (saya lupa jumlahnya). Kemudian saya ke polres sleman bagian BPKB untuk mengambil berkas BPKB dan surat-surat kendaraan lainnya lengkap termasuk ada BPKB lama yang sudah digunting-gunting, STNK lama, kwitansi, dll dari pemilik-pemilik mobil sebelumnya. Hmmm... baru tahu kalau ternyata mobil saya sudah beberapa kali pindah tangan. Mungkin saya pemilik ke empat. hehehe... Nah, di sini saya diminta lagi bayar sekitar Rp.35.000 kalau gak salah. Kemudian dijelaskan dan diperlihatkan kalau semua berkas/surat-surat kendaraan sudah lengkap. Yang artinya proses di Jogja telah selesai, selanjutnya adalah proses Mutasi Masuk berkas kendaraan ke SAMSAT Purworejo, Jateng.

Jumat, 10 Juli 2015

Ketemu! Penyebab Mesin Mbrebet dan Macet

Penyebab Lain Mesin Mobil Suzuki Forsa Macet/Mogok

Sudah turun mesin tapi setiap setelah jalan beberapa kilometer mesin tiba-tiba mbrebet ndut-ndutan lalu macet. Dan setelah macet jadi susah dihidupkan. Kejadian ini sudah lama bahkan sejak sebelum turun mesin. Sistem pengapian tidak masih normal. Diduga karburator bermasalah, tapi sudah dibongkar dan disetel mekanik bengkel tetap saja gak bisa menyelesaikan masalah. Filter bensin sudah dibersihkan, pompa bensi juga masih bekerja tapi masih macet-macet. Saya jadi males ke bengkel karena cuma nambah pengeluaran tapi masalah gak selesai. Mendingan saya kerjain sendiri. Setelah browsing-browsing di internet tentang penyebab mesin mbrebet dan ketemu salah satu penyebabnya bisa jadi karena saluran untuk mengembalikan bensin dari karburator ke tangki kotor atau tersumbat. Saluran dari karburator ke tangki ya, bukan saluran masuk bensin dari tangki ke karburator.

Kemudian saya cek, ternyata benar ada benda bulat seukuran gotri terbuat dari plastik yang menyumbat selang penghubung dari karburator ke saluran kembali ke tangki bahan bakar. Furngsi saluran itu adalah kalau karburator banjir maka bensin akan dikembalikan ke tangki. Entah dari mana benda itu berasal. Tapi, kalau saya tidak salah ingat, pada saat service mesin sekalian menambal kebocoran oil carter dulu, selang bahan bakar itu disumbat pake benda oleh orang bengkel, mungkin agar bensin gak netes. Nah, pas mecopot sumbatannya itu kemungkinan ujungnya yang berbentuk bulat itu putus dan tertinggal di selang, sehingga menyumbat saluran bahan bakar.

Sekarang, setelah kotoran penyumbat saluran bensin kembali ke tangki dibuang, Alhamdulillah mobil Suzuki Forsa saya nggak mogok-mogok lagi walaupun settingan karburator belum pas dan knalpot masih ngebul.

Sebagai pengalaman dan pelajaran bagi saya sendiri serta teman-teman, lain kali memang sebaiknya amati tindakan teknisi saat membongkar mobil kita, khususnya di bengkel yang terlihat kurang profesional. Kemudian cek hasil kerjanya. Sehingga kalau ada masalah yang terjadi nantinya, kita bisa ingat-ingat lagi apa saja yang telah dilakukan teknisi sebelumnya, agar lebih mudah menemukan sumber masalahnya jika ada kesalahan atau kelalaian yang dilakukan teknisi bengkel.

Senin, 06 Juli 2015

Turun Mesin

Overhaul Mesin Suzuki Forsa GLX 89

Hari Kamis tanggal 25 Juni 2015 saya bawa mobil Suzuki Forsa saya ke bengkel A**ng Motor KTA, karena ada suara kletek-kletek keras dari dalam mesin. Ternyata divonis harus turun mesin. Biayanya diperkirakan lebih dari 3 juta :( Kok mahal banget ya? Padahal di bengkel-bengkel lain semua bilang kalau forsa turun mesin gak lebih dari 3 juta. Ya udah, mau gimana lagi, terlanjur dibawa ke situ karena saya pikir bengkelnya lumayan besar, sparepartnya tersedia, dan takut macet kalau jalan terlalu jauh ke bengkel lain. Mengingat sebelumnya mesin susah dihidupkan dan bunyi kletek-kletek makin keras.

Selama pengerjaan, mobil diinapkan di bengkel. Awalnya dibilang paling 5 hari atau lebih sedikit. Ternyata nggak jadi-jadi juga. Hingga saya harus menunggu sampai 11 hari. -_- Banyak masalah dan mesin harus diturunkan 2 kali. Karena sempat dinaikkan, tapi blok mesinnya ada yang pecah kehantam metal lama, sehingga air radiator bisa masuk ke ruang bakar, jadi diturunkan lagi untuk dibawa ke bengkel las. Kenapa gak dari awal diperiksa dulu dan dipastikan pemasangannya dengan benar. Bukan itu aja masalahnya, setelah mesin dihidupkan lagi, sampai saat ini settingnya belum benar. Knalpot masih ngebul hitam, katanya karbunya susah disetting, dan disana gak ada sparepartnya.

Biaya Turun Mesin Mobil Suzuki Forsa

Senin, tanggal 6 Juli 2015 saya ambil mobil saya dari bengkel. Keadaannya knalpot masih ngebul hitam, katanya karburatornya susah disetting, ACnya juga nggak dihidupin. Sepertinya klep-klepnya juga gak disetting ulang tuh. Dan tagihannya membengkak sampai Rp. 4.762.000,- . Lah kok banyak banget ya? Sparepart banyak diganti, ongkos mahal, pengerjaan lama tapi hasil belum maksimal. Lebih parah lagi, pas pulang baru jalan beberapa kilometer, mesin mbrebet, ndut-ndutan lalu macet. Saya isi bensin secukupnya kemudian saya bawa balik lagi ke bengkel tanya ke mekaniknya. Cuma dibersihin filter bensinnya, disemprot-semprot, lalu dicoba jalan muter sebentar bareng mekaniknya, anehnya gak macet. Hanya saja waktu itu saya gak tekan gas agak dalam karena mekaniknya bilang sementara jangan buat ngebut-ngebut dulu.

Ya sudah, karena sudah sore saya bawa pulang saya dengan perasaaan khawatir karena kemungkinan bakalan macet lagi nih di jalan. Nah benar saja, pas hampir sampai rumah mobil macet lagi. Ditunggu mesinnya dingin, isi bensin lagi, baru bisa jalan. Ini gara-gara karburator banjir, bensin gak mau naik karena pompa bermasalah atau karena bensin habis? Tapi kalau bensin habis lagi, berarti kok jadi boros banget ya? Setelah mobil bisa hidup lagi, saya bawa pulang dengan pelan dan hati-hati jangan sampai mbrebet di jalan. Alhamdulillah sampai rumah.

Pengalaman kali ini, kalau mau turun mesin bawa ke bengkel mobil yang benar-benar ahli. Lebih baik bawa ke bengkel kecil yang telaten dan benar-benar mengerti soal mesin daripada dibawa ke bengkel besar yang kurang profesional. Di bengkel kecil mungkin sparepart nggak lengkap tapi biasanya mereka yang usahakan nyari kalau nggak ada sparepartnya, dan ongkos kerjanya pun lebih murah, lebih mudah untuk diajak diskusi.

Semoga cerita pengalaman mobil Suzuki Forsa turun mesin kali ini bisa jadi pelajaran berharga bagi saya sendiri dan bagi teman-teman.


Selasa, 16 Juni 2015

Mesin Mobil Berbunyi Kletek-kletek

Bunyi Berisik dari dalam Mesin Suzuki Forsa GLX

Jadi ceritanya kemarin mingggu pagi-pagi, pas berangkat mobil masih bisa ngebut, tapi tiba-tiba ndut-ndutan padahal malam sebelumnya busi sudah saya bersihkan. Gejala seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi, biasanya karena busi & karbu kotor tapi efeknya nggak terlalu parah. Nah, pada saat pulang mesin mulai rewel, ndut-ndutannya makin parah. Kalau digas lebih dalam pas RPM naik mesin langsung mbebet dan tak jarang mati. Sempat berhenti beberapa kali dan saya otak-atik setelan karburator di jalan, tapi tetap makin parah. Akhirnya dipaksakan sampai rumah dengan penuh perjuangan.

Nah, di rumah saya buka cup mesin, dan saya cek lagi. Saya curiga sama filter bensin yang kotor karena sudah lama. Kemudian saringan bensin/ fuel filter saya ganti dengan yang baru walau ukurannya kegedean. Awalnya ketika mesin dihidupkan masih agak mbrebet pas digas, kemudian setelah beberapa lama saya gas pol sampai pedal gas mentok dek dan RPM naik sampai mentok, ternyata mesin nggak mati. Tapi..., masalah baru malah timbul. Dari dalam mesin terdengar suara kletek-kletek seperti ada benturan metal.

Suara kletek-kletek terdengar jelas ketika RPM naik di atas 2500, makin ditekan pedal gas suara mesin makin keras jadinya klotok-klotok. Coba cek ulang, intip satu-satu sambil berharap suara tidak berasal dari dalam mesin. Tapi, kenyataanya suara memang berasal dari dalam mesin. Katanya kalau sudah terdengar suara kletek-kletek atau suara aneh dari dalam mesin berarti harus dilakukan pengecekan komponen di dalam mesin sebelum terlambat dan merembet. Artinya harus OVER HAUL atau TURUN MESIN. Duhh... ada-ada aja masalahnya. Resiko memelihara motuba.

Berapa Biaya Turun Mesin Mobil?

Nah ini nih yang bikin pusing...!! Mikirin biaya turun mesin yang kemungkinan mahal. Walaupun katanya kalau mobil sejenis Suzuki Forsa biaya turun mesinnya relatif lebih murah dibanding mobil lain. Pernah tanya ke seorang mekanik di satu bengkel biaya turun mesin bisa sampai Rp.4.000.000,- sedangkan di bengkel lain bilang paling butuh dana sekitar dua juta rupiah cukup, dan di bengkel lainnya lagi ada yang bilang biaya turun mesin dan ganti sparepart mesin Suzuki Forsa maksimal Rp.2.500.000,- . Nah lo...!! Jadi bingung kan saya. Masalahnya kalau biayanya sampai 4 juta?? Belum siap nih.

Apakah teman-teman ada yang punya pengalaman mobilnya harus turun mesin? Atau punya informasi berapa dana yang dibutuhkan untuk overhaule mesin dan detail sparepart apa saja yang biasanya diganti untuk mobil tua sejenis Suzuki Forsa, Carry, Katana atau mobil lainnya juga boleh. Kalau berkenan, bagi-bagi pengalaman dan infonya dong. :)





Sabtu, 06 Juni 2015

Service AC Mobil

Service AC Mobil Suzuki Forsa GLX

Tanggal 6 Juni 2015, ke bengkel AC mobil di daerah Lengkong, PWR, rencananya hanya mau isi ulang Freon, karena AC mobil Suzuki Forsa saya sudah tidak dingin, kemungkinan Freon-nya habis. AC Mobil selama ini jarang digunakan dan dibiarkan tidak dingin. Pas mau isi freon, dicek katanya ada kebocoran, jadi sekalian diservice.

Yang dibongkar hampir seluruh komponen AC mobil Suzuki Forsa GLX, mulai dari Evaporator, Kompressor, Tabung Freon, dan Blower AC. Semua komponen dan pipa/saluran dicek dan dicuci. Tabung Freon diganti dengan yang baru, dan freon diisi kembali. Total biaya untuk service AC Rp.775.000,-.

Sekarang AC mobil Suzuki Forsa GLX saya sudah cukup dingin. Katanya untuk dinginnya AC mobil selama tak ada kebocoran bisa bertahan sampai tahunan, apalagi mobil tidak terlalu sering dipakai. Sekarang nyetir di siang hari tetap sejuk, dan jadi lebih tenang ketika harus jalan di kondisi hujan, karena dengan adanya AC bisa menghilangkan embun di kaca saat hujan atau pagi hari. Nggak harus repot ngelap kaca pakai air shampo.

Kamis, 04 Juni 2015

Ganti Platina yang Sudah Rusak

Beberapa hari yang lalu ketika pagi hari mau manasin mesin Suzuki Forsa saya, mesinnya tidak mau hidup. Setelah dicek ternyata platinanya sudah rusak (keropos/goang) dan harus diganti. Makanya, jangan menunda-nunda ganti platina kalau sudah waktunya. Untung gak macet di jalan. hehehe...

Harga platina untuk Suzuki Forsa : Rp.25.000,-

Setelah platina diganti (sendiri), mesin hidup. Tapi karena nggak yakin nyettingnya, jadi dibawa ke bengkel untuk tune-up dan service karburator. Sekalian ganti kondensator, harganya : Rp. 50.000,-, ganti fuel filter/saringan bensin, dan 2 buah busi. Hasil service bengkel ternyata kurang memuaskan. Knalpot masih ngebul dan mesin kadang mbrebet. Beberapa hari setelahnya ternyata busi sudah kotor lagi, jadi harus sering sering cek dan bersihin busi.